1.01.2011

RODA KEHIDUPAN

Hidup adalah kesederhanaan
Laksana mentari yang dengan sabar pancarkan sinarnya
Atau bagai zaman yang tiada jemu memutar rodanya
Kehidupan adalah kemestian dari wujud
Yang berasal dan menuju ketakterbatasan

Saling menutupilah dalam selimut kedamaian
Karena masing-masing adalah sesuatu yang lain bagi yang lain
Mempunyai sesuatu yang menjadi kekurangan
Tiada memiliki sesuatu yang menjadi kelebihan

Biarkan semua mengalir seperti air
Berasal dari suatu sumber dan kesumber yang sama
Meski lewati jalan yang berbeda
Dan tak pernah sama
Tuk buktikan ketunggalan wujud

MAKNA KEBAHAGIAN

Kebahagiaan bukanlah kesukaan ataupun kedukaan
Namun kebahagiaan adalah pemaknaan mendalam
Dibalik kesukaan ataupun kedukaan.

Saat kesukaan menemani, sesungguhnya kedukaan
Telah bersiap mendekati
Pun sebaliknya, karena mereka adalah saudara kembar
Yang saling menutupi dan saling menyilakan satu sama lain

Kesukaan bagai langit kosong jika ia melarutkan
Pun demikian saudaranya, kedukaan

Kesukaan rekatkan sayap rapuh jasadi
Terbangkan angan disela awan semu
Kemudian panas mentari luluhkan jiwa di ketinggian

Kedukaan bakar kulit ari kalbu hingga mengelupas
Terlihat sari rasa menetes laksana darah
Perih, begitu perih hingga lupakan kulit ari jiwa yang baru terbentuk

Kebahagiaan bukanlah saat melayang dengan sayap rapuh
Pun bukan pula saat terpanggang bara kedukaan
Namun saat sadar bahwa kaki tetap berpijak dibumi
Meski sayap rapuh terekat dan menguat
Atau saat sadar bahwa kulit ari jiwa kita telah terganti
Dan lebih baik dari kemarin

CELUPAN LAUTAN NIKMAT

Wahai yang terkasih ...
Bertakhta disinggasana kemahaan-Nya
Berkuasa dengan dua tangan-Nya

Engkau mencelup kami di lautan nikmat
Tiada terukur tiada terhitung
Namun dengan angkuh kami memaksiati-Mu
Dengan sabar Engkau terus mencelupkan kami
Rahmat-Mu mendahului azab-Mu
Segala seakan Engkau tiada dimaksiati

Wahai yang terkasih ...
Engkau lumuri kami dengan kasih sayang-Mu
Tapi kami berjalan berderap-derap
Menentang Engkau yang tiada tertentang
Melawan Engkau yang tiada terlawan

Kala kami hendak mensucikan-Mu
Yang dengan bagaimanapun tiada manfaat bagi-Mu
Pensucian kami tiada berarti bagi-Mu

Kami telah teteskan darah di lorong ruang dan waktu
Namun Engkau semakin mencelup kami dilautan nikmat-Mu
Sampai kami lupa bahwa Engkau sedang mencelup kami

HARU BIRU HAMBA YANG TERLAKNAT


Terpuruk ku dalam kefakiranku
Terjerumus ku dalam kenistaanku
Tergoncang ku dalam kelemahanku
Terseret ku dalam kehampaanku

Aku nan kelam terbelenggu dosa tanpa cahaya-Mu
Aku nan hina terkungkung nista melupakan-Mu
Aku nan sombong tergilas zaman berpaling dari-Mu
Aku nan hampa tergores pilu merindukan-Mu

Pada siapakah ku berharap belas kasihan selain-Mu
 Pada siapakah ku meminta pertolongan selain-Mu
Pada siapakah ku bermohon ampun selain-Mu
Pada siapakah ku bersujud selain-Mu

Duhai zat yang maha kaya, kasihanilah kefakiranku dengan lautan rezki-Mu
Duhai zat yang maha kuasa, selamatkanlah perjalananku dengan hidayah-Mu
Duhai zat yang maha pengasih, ampunilah kenistaanku dengan kesucian-Mu
Duhai zat yang maha tinggi, gapailah sujudku dengan kerinduan-Mu

Ya Rabbi, hapuskanlah kekelaman hatiku yang penuh dosa
Ya Rabbi, sucikanlah jiwaku dari segala macam kesombongan
Ya Rabbi, isilah hatiku dengan air surga-Mu
Ya Rabbi, sinarilah jiwaku dengan cahaya-Mu