4.15.2013

SOSOK ITU DI RUANG HAMPA

Apa yang kau cari tak ada yang penting di sini
Hanya pemikir yang dikuasai isi kepalanya sendiri
Kau mencari matahari dalam ruang sempit ini
Sementara si penghuni sibuk menenangkan suara - suara sunyi
Cecar dan cercamu tak berarti

Memang sulit bagimu untuk mengerti
Bagimu, dia ibarat anomali
Yang selalu memaki luka dan bersemayam dalam sepi
Ah. . .langkanya simpati dan empati
Indahnya duniamu jauh dari murka dan patah hati
Sayang, di matamu dia hanya pecundang berkubang sedih
Bukan petarung yang mencoba bangkit kembali
Masih mencari - cari. . .?
Percuma, jika engkau masih enggan mengerti

SIAPA YANG BILANG

Siapa bilang aku tak boleh tidur di siang hari
Bagiku langit biru terlalu menyilaukan untuk dinikmati
Lebih baik kututup saja mataku
Dan menyimpannya untuk bulan nanti malam.

Ya. . .aku memang jauh dari terang
Kalau kau ingin tahu tempatku tinggal
Hanyalah sebatas bayang - bayang di kakimu
Merangkak terus di atas bumi seperti pesakitan kusta
Yang tak kunjung sembuh.

Ya. . .begitulah aku di siang hari
Hanya seonggok bayang penuh koreng
Tapi lihat jika senja mulai surut dan gelap mulai datang
Tubuhku yang hanya sepetak itu akan membengkak
Dan akan meluap membanjiri segenap ruang dalam planet aneh ini.
Dan semua luka yang ada padaku Akan berputar dan akan menari
Menjadi sekawanan bintang berkerjapan pelan - pelan.

Ya. . .aku memang jauh dari terang dan mataku
Mereka hanya untuk bulan nanti malam
Dan bukan untuk langit biru
Yang selalu menyilaukan tuk dinikmati.
Jadi siapa bilang aku tak boleh tidur di siang hari

ELEGI

Ia yang hendak mencipta
Menciptalah atas bumi ini
Ia yang akan tewas

Tewaslah karena kehidupan 

Kita yang mau mencipta dan akan tewas
Akan berlaku untuk ini dengan cinta 

Dan akan jatuh seperti permata mahkota
 

Sebutir demi sebutir
Apa juga masih akan tiba

Mesra yang kita bawa
Tiadalah kita biarkan hilang karena hisapan pasir

Engkau yang telah berani menyerukan 

Kebenaranmu dari gunung dan keluasan
Sekali masa akan ditimpa angin dan hujan


Jika suaramu hilang dan engkau mati
Maka kami akan berduka
Dan menghormatimu bersama kekasih kami
Kita semua berdiri di belakang tapal


Dari suatu malam ramai
Dari suatu kegelapan tiada berkata
Dari waktu terlalu cepat dan kita mau tahan
Dari perceraian tiada mungkin 

Dan sinar mata yang tiada terlupakan

Serulah, supaya kita ada dalam satu barisan
Serulah, supaya jangan ada yang sempat merindukan senja
Terik yang keras tiada lagi akan sanggup mengeringkan kembang kerenyam


Pepohonan sekali lai akan berdahan panjang
Dan buah - buahan akan matang pada tahun yang akan datang
Laut India akan melempar parang
Bercerita dari kembar cinta dan perceraian


Aku akan minta supaya engkau
Berdiri curam atas puncak dibakar panas
dan sekali lagi berseru, akan pelajaran baru
Waktu itu angin Juni akan bertambah tenang
Karena bulan berangkat tua


Kemarau akan segan kepada bunga yang telah berkembang
Di sini telah datang suatu perasaan
Serta kita akan menderita dan tertawa
Tawa dan derita dari yang tewas
yang mencipta

HEY KAMU

Hey kamu
Tidakkah kamu melihat aku yang ada disini
Selalu disini menunggumu disetiap dentingan waktu
Iya disini, disini tanpa pernah kau hiraukan
Tanpa pernah kau sadari aku yang selalu ada

Hey kamu
Bisakah kamu menoleh sejenak
Melihat memperhatikan aku sesaat saja
Hanya sesaat saja yang ku inginkan
Agar kamu pun tahu bahwa aku yang ada disini selalu menunggumu