8.26.2010

00:00

Jiwa adalah puisi
Engkaupun tahu itu
Tapi kenapa masih saja kaubaca jiwaku
Persis seperti membaca koran pagi yang berdarah?Terpenggal,
Sepenggal dua penggal
Hingga terpenggal juga seluruhnya
Tahu, telah kupahat peti mati
Untuk bola matamu yang bersikukuh
Telah menyelami jiwaku
Seperti sepi yang telah habis kukubur
Dalam pedih tikamanmu!

DALAM SECANGKIR KOPI

S'cangkir kopi ini m'ingatKan aQ tntangmu. . .

Tntang keluh kesah yg Qta teriakKan br'sama. . .

S'cangkir kopi ini m'ingatKan aQ pd s'cangkir kopi yg dl k'baxkan gula. . .

Pd kenangan manis Qta yg tdk mdah sirna. . .

S'cangkir kopi inim'ingatKan aQ pd s'cangkir kopi yg lupa Q beri gula pd pr'pisahan Qta yg s'mkin pahit t'rasa. .

S'cangkir kopi ini m'nyadarKan aQ bahwa m'jd tdk mdah m'hbisKanx s'org diri tanpa kmu shbatQ. . .

Di Warkop

keriput d'lelangit warkop ini m'nyiratKan. . .

bgtu lama kau. . .aQ m'napaki pr'jalanan ini. . .

bgtu jg dgn rekahan yg tampak d'dindingx. . .

akanKah m'isyaratKan akhir dari cerita ini. . .?

aQ msih sering br'lama tenggelam dlm k'haruman kopi. . .

smbil trus br'usaha m'ulang kmbli memori tentangmu. . .

tp tak prnah bs. ada tabir yg m'nyelimuti. . .

sprti potret muram dlm pigura br'debu d'sudut warkop ini. . .

8.25.2010

KOPI & KAMU

entah sdh gelas k'brp. . . 

kdng sulit Q pahami. . .

knp aQ tak bs br'henti m'neguk kopi. . .

sprt pula aQ tak bs br'henti m'ngenang dirimu. . .

sama" pahit. . .

sama" m'nenangKan. . .